Home » Profil Pendiri & Pimpinan PNA

Profil Pendiri & Pimpinan PNA

Biografi Lengkap

DR.Capt.drh.H.Irwandi Yusuf,M.Sc. (lahir di Bireuen, Aceh, 2 Agustus 1960)

Bergejolaknya Aceh mengantarkan dokter hewan ini memilih menjadi aktivis Gerakan Aceh Merdeka. Damai dengan pemerintah pusat, Irwandi Yusuf bertarung di Pilgub dan membawanya menjadi gubernur dua kali.

Irwandi Yusuf menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Tanah Rencong. Pria kelahiran Bireuen, 2 Agustus 1960 ini setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama, ia melanjutkan ke Sekolah Penyuluhan Pertanian dan meneruskan kuliah di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan lulus pada 1987.

Lulus kuliah, ia menjadi dosen di almamaternya. Ia juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S-2 di College of Veterinary Medicine State University (Universitas Negeri Oregon), Amerika Serikat.

Selain sebagai akademisi, ia juga menjadi aktivis dengan mendirikan LSM  Fauna dan Flora Internasional. Tak hanya itu, ia juga menjadi aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Ia dipercaya dengan diberikan jabatan sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM dari tahun 1998-2001. Keterlibatannya berujung penahanan. Ia ditangkap pada 2003 dengan tuduhan makar dan divonis 9 tahun.

Namun, ia tak menjalaninya sampai selesai. Bencana Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 menyebabkan dirinya kabur dari penjara Keudah, Banda Aceh. Ia melarikan diri ke Finlandia.

Saat pemerintah pusat melakukan perundingan dengan GAM, Irwandi diberi tugas khusus oleh petinggi GAM di Swedia sebagai Koordinator Juru Runding GAM. Ia tampil sebagai koordinator Juru Runding GAM di Aceh pada rapat pertama Aceh Monitoring Mission.

Setelah ada kesepakatan, GAM dibubarkan dan kembali bersatu menjadi bagian dari Indonesia, pemerintah pusat memperbolehkan elit dan aktivis GAM ikut pesta demokrasi Pilkada dan Pilgub di Aceh.

Pada Pilgub 2006, Irwandi Yusuf yang diusung oleh Partai Nasional Aceh berpasangan dengan Muhammad Nazar memperoleh suara terbanyak. Irwandi dilantik menjad Gubernur Aceh untuk periode 2007-2012.

Setelah satu perode tak menjadi gubernur karena kalah pada Pilgub 2012, ia maju kembali pada Pilgub 2017. Kali ini, ia diusung oleh Partai Nanggroe Aceh (PNA, sebelumnya bernama Partai Nasional Aceh), Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

Irwandi yang berpasangan dengan Nova Iriansyah meraih perolehan suara terbanyak pada Pemilihan Gubernur Aceh 2017. Ia pun dilantik untuk periode 2017-2022.


BIODATA
Istri       : Darwati A. Gani
Anak     : Teguh Agam Meutuah
                 Latifa Dara Meutuah
                 Putroe Sambinoe Meutuah
                 Rania Intan Meutuah
                 Mashita Mutiara Meutuah

PENDIDIKAN
MIN Cot Bada, 1967-1973
MTsN Bireun, 1973-1976
SNAKMA Saree, 1976-1979   
Fakultas Kedokteran Hewan, Unsyiah, 1979-1987    
Oregon State University, Amerika Serikat, 1989-1993

KARIER 

Pengalaman Irwandi Yusuf

  • Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh (1988-sekarang)
  • Pendiri dan pengurus lembaga swadaya Fauna dan Flora Internasional (1999-2001)
  • Palang Merah Internasional
  • Gerakan Aceh Merdeka atau GAM sebagai Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM (1998-2001)
  • Tim Perunding GAM di Helsinki, Finlandia
  • Kepala Perwakilan GAM untuk Aceh Monitoring Mission (AMM)
  • Gubernur Provinsi Aceh (2007-2012)
  • Ketua Majelis Pertimbangan Partai Nasional Aceh (PNA) (2012-2017)
  • Ketua Umum DPP PNA (2017-sekarang)
  • Pendiri dan Ketua Partai Nasional Aceh (Kini bernama Partai Nanggore Aceh)
  • Gubernur Provinsi Aceh, (2017- )

Apresiasi dan penghargaan

  • Tahun 2012 : Penghargaan dari Gubernur Aceh sebagai penggagas tim nasional sepak bola Aceh yang dikirim ke Paraguay
  • Tahun 2011 : Penghargaan Dari Ulama Dayah atas kepeduliannya kepada pendidikan dayah di Aceh
  • Penghargaan Sebagai Warga Kehormatan Raider Kodam Iskandar Muda Aceh
  • Tahun 2010 : Penghargaan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Produksi Beras dari Presiden RI
  • Penghargaan Ksatria Bhakti Husada dari Menteri Kesehatan (Menkes)
  • Penghargaan Adiupaya Puritama dari Menneg Perumahan Rakyat
  • Penghargaan khusus dari Polri dalam mendukung pemberantasan Terorisme
  • Penghargaan dalam penyusunan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dari Menteri Negera Lingkungan Hidup
  • Penghargaan Citra Pelopor Inovasi Pelayanan Prima Tahun 2009 dari Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN)
  • Tahun 2009 : Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas inisiatif, konsistensi dan peningkatan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP)
  • Penghargaan dari majalah Birokrat Profesional Sebagai Gubernur Paling Visioner 2009 dalam Bidang Pengembangan Demokrasi dan Perdamaian
  • Piagam penghargaan dari Presiden RI atas peraturan daerah yang diterbitkan tentang pelayanan anak
  • Penghargaan dari Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai pembina olahraga sepak bola terbaik
  • Tahun 2008 : Penghargaan dari Kadin Indonesia atas pemikiran dan dukungannya terhadap berbagai program Kadinda Aceh dalam pengembangan dunia usaha di Aceh
  • Penghargaan dari Presiden RI atas partisipasi aktif dalam upaya pemberantasan narkoba di Aceh
  • Penghargaan Open Source Software dari Menkominfo dan Menristek
  • Tahun 2007 : Penghargaan Widyakrama dari Presiden, Penghargaan atas prestasi dalam melaksanakan pendidikan dasar menengah dan wajib belajar sembilan Tahun

( Sumber : viva.co.id / Atjeh Pusaka )